Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Selamat Datang Di Blog Komunitas Hidayatullah

Cerita Hikmah

Loading...
REKOMENDASI:Tampilan Maksimal, Aman dari Virus dan Proses Cepat Gunakan Browser Mozila Firefok, klik Banner di bawah Untuk Download.

Anggota Komunitas:

Wednesday, March 28, 2007

Suami dan Istri Yang Ideal Adalah???

Masalah cinta itu berbeda dari suatu keadaan yang lain, dari satu sisi dengan sisi yang lain, dari satu lelaki dengan lelaki yang lain dari satu wanita dengan wanita yang lain.
Cinta adalah suatu keadaan, perasaan, kelemah-lembutan, baik yang tampak maupun tidak tampak. Sudah menjadi keharusan dalam suami isteri, bahwa setiap isteri mencintai suaminya, setiap suami mencitai isterinya. Jika tidak, lalu bagaimana usia perkawinan bisa terjadi sesudah beberapa tahun dalam kehidupan suami isteri? Apakah manusia dapat hidup bersama manusia lain yang dibencinya, bahkan merasa tidak mempunyai cinta atau tidak ada kesenangan?
Mungkin ada, tetapi langka sekali atau keadaannya akan tersingkap setelah beberapa saat walaupun panjang waktunya. Jika demikian, sudah sepantasnya setiap isteri mencintai suaminya dan membahagiakannya, berkorban dalam jalannya, memberi kepadanya dan menerima apapun yang diberikannya. Membuat dia berani dalam pekerjaan dan dalam kehidupannya, tidak mengotori tabiatnya, tidak menjadikan suami keluar dari rumahnya, sedang dirinya dalam keadaan emosi dan bersedih hati.
Ini kewajiban yang harus dilakukan oleh keduanya, sama saja baik dari isteri yang mencintai suaminya, maupun suami yang mencintai isterinya. Ini merupakan suatu kewajiban di dalam kehidupan, terutama dari kerasnya problematika serta peliknya kehidupan di dunia ini. Karena peradaban dunia saat ini telah menjadikan cinta suami dan isteri hilang cahayanya dari hari ke hari dan dari tahun ke taahun. Perasaan cinta sang isteri dan perasaan cinta sang suami hanya menjadi masalah yang sekunder. Isteri selalu berselisih dengan sang suami pada keadaan-keadaan yang dittuntut suami darinya, dan perhatian tehadapnya.
Demikian pula yang terjadi pada suami, banyak problematika rumah tangga yang sulit di pecahkan. Pada zaman modeen ini sulit mendapatkan gambaran sejati tentang cinta, terutama cinta dari seorang isteri terhadap suaaminya dan suami yang mencintai isterinya.
Biasanya, problematika keluarga sering terjadi apabila sang suami bekerja pada perusahaan besar, dimana direktur perusahaan dan kebiasaan orang yang mempunyai kekayaan memiliki sekretaris yang cantik. Pada dasarnya hubungan social seperti itu dapat menjauhkan kelanggengan cinta isteri kepada suaminya dan suami kepada isterinya. Sesuatu yang dapat kami komentari adalah, “Sesungguhnya cinta terhadap keluarga dalam kondisi seperti ini sangat mustahil, namun sang suami haarus mampu menghilangkan problematika terpenting yang dapat merusak keharmonisan keluarganya. Suami harus mengingat kembali tentang pendidikan anak, karena hal itu akan membantu menanamkan cinta ini (cinta isteri kepada suami dan cinta suami kepada isteri). Suami harus menjadi ikatan yang lebih dari cinta itu, keharmonisan yang lebih dari cinta itu, kemaslahatan yang lebih dari cinta itu pada setiap kondisi. Di sana harus selalu ada cinta yang sejati dari isteri kepada suaminya dan cinta sejati dari suami kepada isterinya. Isteri harus dapat membantu hal itu, karena dia lebih sensitif dalam masalah ini. Isteri tidak akan meninggalkan satu titikpun tanpa mengukur kedalamannya yaitu mengetahui dalamnya cinta suami terhadapnya dalam setiap kesempatan. *Majdi F. Al-Sayyid (ditulis ulang Oleh N. Amaliah)

No comments: